Skip to main content

Posts

Client-Server Dengan Menggunakan Microsoft Access

Satu kelemahan utama memisahkan database menjadi dua bagian adalah trafik jaringan. Bila kita menempatkan tabel di database back-end, maka akan butuh waktu bagi front-end yang ada di komputer client untuk memuat data melalui linked table. Dalam prakteknya, tidak semua tabel yang ada di back-end sering diakses. Tabel yang berisi data induk/master, misalnya, mungkin jarang dibuka. Tabel master mungkin hanya digunakan untuk membantu memberikan keterangan seperlunya saat kita memasukkan data transaksi. Pada kasus seperti ini, kita bisa menggunakan kode VBA untuk membuka dan menutup (atau membuang) link tabel master pada saat mereka diperlukan atau tidak. Kode VBA itu bisa dieksekusi pada saat sebuah form diload atau diunload.

Contoh Sederhana Menggunakan Database ADO di MS Access

ADO, kependekan dari ActiveX Data Objects, adalah model objek yang dapat digunakan untuk membuat recordset. ADO bukan merupakan produk asli dari Access, tetapi merupakan library yang banyak digunakan oleh bermacam-macam program untuk memanipulasi data yang berasal dari tabel Access. Sebagai contoh, kita dapat menuliskan kode macro VBA di MS Excel atau MS Word yang digunakan untuk menarik data dari tabel di Access melalui ADO.

Membuat Database Back-end dan Front-end di Microsoft Access

Seperti kita ketahui bersama, Access dilengkapi degan Database Splitter untuk memisahkan Database access menjadi dua bagian yang ditunjukkan dari dua file dengan extensi .Accdb. Dua bagian database itu adalah back-end dan front-end. Database splitter adalah perangkat berupa wizard yang terdiri dari beberapa langkah yang diperlukan untuk memisahkan database yang obyeknya berupa tabel dengan database yang berisi linked table, query, form, report, macro, dan modul.

Menampilkan Properti Field Tabel Dengan Menggunakan VBA

Pada situasi tertentu, selain nama field tabel, seorang admin terkadang ingin mengetahui properti dari field yang ada di sebuah tabel. Field sebuah tabel, selain nama field itu sendiri, terdiri dari banyak properti. Jika membuka desain tabel, maka kita akan mengetahui ada banyak properti field tabel itu. Properti field misalnya, tipe data (apakah text, number, date/time, dsb.), deskripis, ukuran (size), default value, validation rule, dan sebagainya.

Menampilkan Nama Field Tabel Dengan Menggunakan Kode VBA

Ada kalanya, kita ingin membaca nama field tabel dengan tidak membuka tabel yang bersangkutan. Pada sebuah database Access yang tertata rapi, programmer biasanya akan melindungi tabel dari tangan-tangan jahil yang ingin melihat desain tabel yang ada dalam Access. Pengguna hanya diijinkan untuk membaca nama field tabel melalui interface form. Oleh karena alasan keamanan, nama tabel beserta field yang bisa dibaca pun dibatasi. Umumnya, hanya pengguna selevel admin yang bisa membaca field melalui interface form ini.

Memahami TempVars Sebagai Variabel Global di Access

TempVars adalah sebuah objek yang bertindak seperti sebuah variabel temporer dalam visual basic application. Tempvars diperkenalkan sejak Access 2007, dan berfungsi untuk menyimpan variabel global di dalam sebuah lingkungan yang stabil. Bagi para pemrogram VBA Access, keberadaan TempVars sangat membantu mereka menyusun dan mengeksekusi program.

Menonaktifkan Security Warning Pada Access

Security Warning adalah sebuah pesan yang ditampilkan di bagian message bar yang menyatakan bahwa, untuk alasan keamanan, beberapa hal dalam database yang akan dibuka telah dinonaktifkan. Secara default, Access akan menonaktifkan semua isi database yang bisa dieksekuisi, kecuali kita benar-benar yakin pada database yang akan dibuka, atau database itu berada di sebuah lokasi folder yang telah dinyatakan aman dan bisa diandalkan.

Buku Membuat Program Akuntansi dengan MS Access VBA

Sesuai dengan judul, buku ini membahas tentang sistem akuntansi dan bagaimana cara membuat sofware akuntansi dengan menggunakan Access VBA. Pembahasan dimulai dari gambaran sekilas apa itu sistem akuntansi. Setelah itu, pembaca akan diperkenalkan dengan aplikasi pengolah data Access, dimulai dari cara yang paling sederhana, sampai dengan bagaiaman pembaca menggunakan VBA untuk memanipulasi data. Untuk menerapkan program yang ada di buku ini, pembaca harus mengikuti penjelasan dari awal sampai dengan akhir. Untuk diketahui, semua yang dituliskan dalam buku ini, terutama yang berkaitan dengan Access tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan satu bab dengan bab lainnya. Pembaca bisa mengerti Access dan sistem akuntansi yang ada dalam buku ini hanya jika sudah membaca sampai selesai dan menerapkannya langsung di komputer. VBA yang dipergunakan dalam buku ini dapat diterapkan pada Access 2007 ke atas. Seperti kita ketahui, sejak peluncuran Office 2007 semua aplikasi yang ada di d...

Mengkompilasi File dari ACCDB ke ACCDE di Access

Ekstensi .accde adalah ekstensi file database Access yang sudah dikompilasi. Bila selama proses pembuatan sofware akuntansi, kita menggunakan file dengan ekstensi .accdb, maka setelah sistem selesai dibuat dan siap untuk diimplementasikan, untuk alasan keamanan data, kita harus membuat kompilasi file dari .accdb ke .accde. Jika file Access dengan ekstensi .accdb berisi form, report, macro, dan kode VBA yang bisa diedit, maka dengan mengkompilasi menjadi .accde, form, report, macro, dan kode VBA akan terlindungi dan tidak bisa dimodifikasi oleh pengguna. Untuk mengkompilasi file menjadi .accde, lakukan cara berikut ini:

Membuat Startup Form di Access

Pada sebuah file yang mempunyai kode VBA atau Macro, sebelum file itu terbuka, Access akan selalu menampilkan pesan peringatan keamanan yang tertulis: Security Warning Certain content in the database has been disabled Disamping kanan tanda peringatan ada tombol perintah Options. Access, secara default, akan mematikan database yang mengandung kode VBA atau Macro. Access tidak akan mampu mendeteksi apakah kode VBA atau Macro yang ada di dalam database itu berbahaya atau tidak. Hanya pengguna database itulah yang tahu. Bila membuka file yang telah dibuat ini secara berulang kali, hal ini akan mengganggu kita. Jika pengguna mengetahui bahwa kode VBA atau Macro itu dibuat oleh sumber atau orang yang bisa diandalkan, maka dia bisa memilih opsi Enable this content, seperti pada Gambar 1.